Wapres: Negara-negara ASEAN harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya

Tabuhan Tetengkoren menandai pembukaan secara resmi Pertemuan Menteri-menteri Ekonomi ASEAN dan Pertemuan Terkait Lainnya (Asean Economic Ministers and Related Meetings) ke 43 di Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Kairagi Manado oleh Wakil Presiden RI DR. Boediono. Opening Ceremony ini menjadi awal pertemuan Menteri-menteri Ekonomi dan Delegasi dari negara-negara ASEAN yang sejak tanggal 7 Agustus telah berdatangan di Manado. Wakil Presiden RI DR. Boediono didampingi Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan dan Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang menabuh tetengkoren yang kemudian diiringi Standing Applaus dari seluruh delegasi peserta. Acara pembukaan AEM ke 43 ini diawali dengan dikumandangkannya ASEAN Anthem (Mars ASEAN) oleh Paduan Suara Unima yang juga disambut dengan applaus panjang seluruh hadirin.

Gubernur Sulawesi Utara mendapatkan kesempatan pertama untuk naik ke Podium menyampaikan Welcoming Speach  atas nama Pemerintah dan Rakyat Sulawesi Utara. Pemerintah dan Masyarakat Sulawesi Utara sangat berbangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Sulawesi Utara untuk menjadi tuan rumah ivent penting dan terhormat ini. Kepercayaan ini tememberikan tentunya akan semakin meningkatkan rasa percaya diri pemerintah dan masyarakat Sulut untuk terus menjadi tuan rumah penyelenggaraan ivent-ivent internasional lainnya. Momentum pelaksanaan AEM ini juga sangat tepat karena saat ini Sulawesi Utara sedang memacu akselerasi pembangunan untuk menuju Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pacifik. Dengan segala potensi yang dimiliki termasuk posisi geostrategis yang sangat menguntungkan dimana Sulut secara Strategis langsung berhadapan dengan negara-negara Asia Pasifik, Sulawesi Utara siap menjadi jalur perdagangan utama di timur Indonesia. Disamping itu potensi wisata yang dimiliki Sulut sangat layak untuk dijadikan pilihan utama kunjungan wisatawan baik yang datang untuk berlibur maupun melakukan urusan bisnis. Gubernur juga mengharapkan dengan suasana keramahtamahan dan keindahan bumi Nyiur Melambai dapat membuat para delegasi merasa nyaman untuk melakukan pertemuan di Manado. Saya yakin suasana ini akan sangat menunjang para delegasi untuk menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan ekonomi negara dan masyarakat di kawasan ASEAN, demikian Gubernur.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan yang menyampaikan perkembangan ASEAN khususnya penguatan kerjasama ekonomi sejak berdiri tahun 1967. Sejak berdirinya ASEAN terus berupaya untuk membuka diri dan memfasilitasi negara-negara anggotanya untuk melakukan kerjasama dengan dunia internasional terutama di bidang ekonomi. Semangat untuk maju bersama selalu menjadi dasar bagi setiap negara ASEAN untuk saling bekerjasama melalui program-program yang ditujukan untuk peningkatan kesejahtaraan rakyatnya. Dalam konteks ini negara-negara ASEAN menyadari bahwa masih terdapat kendala-kendala di bidang perdagangan yang harus dicarikan solusi yang tepat melalui dialog-dialog yang lebih intensif. Oleh karena itu pertemuan-pertemuan seperti AEM saat ini dapat menjadi wahana yang strategis untuk mendialogkan dan mencari solusi atas kendala-kendala tersebut.

Menteri Perdagangan RI Marie Elka Pangestu yang mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan berikutnya mengatakan bahwa dipilihnya Sulawesi Utara sebagai tuan rumah karena keinginan Pemerintah Pusat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada beranekaragam keunggulan yang dimiliki Indonesia secara Geografis. Manado salah satunya, Posisi strategis Manado yang berdekatan bahkan berbatasan langsung dengan Filipina dan Asia Pasifik. Selain itu keramahtamahan masyarakat Manado juga menjadi pertimbangan dan selain itu ternyata banyak delegasi negara peserta yang belum pernah ke Manado. Pertemuan ini untuk pertama kalinya melibatkan Amerika Serikat dan Rusia, selain mitra lainnya seperti Australia, India, Jepang, Korea, RRT dan Selandia Baru. Pertemuan ini juga melibatkan dunia usaha. Hasil pertemuan forum di bidang ekonomi ASEAN ini akan menjadi rekomendasi untuk pertemuan para Kepala Negara ASEAN serta mitra di bulan November. ASEAN bersama delapan negara dialog (AS, RRT, Jepang, Korea, India, Rusia, Australia
dan New Zealand) yang hadir dalam AEM mewakili sekitar 43% dari perdagangan dunia pada tahun 2010, dan wilayah yang memiliki pertumbuhan tertinggi di tengah-tengah kondisi ekonomi dunia yang masih sulit. ASEAN, dengan lebih dari 600 juta penduduk dan peluang investasi yang menarik di berbagai sektor, memiliki peran penting di dalam konteks perekonomian global. Dan sebagai tuan rumah ASEAN 2011, Indonesia merekomendasikan untuk melakukan pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Manado untuk mengajak ASEAN serta mitra perdagangan dan investasi dari berbagai belahan dunia untuk melihat potensi ekonomi di Kawasan Timur Indonesia,” kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu.

Puncak acara adalah sambutan Wakil Presiden RI Boediono yang sekaligus membuka pertemuan ini yang mengingatkan bahwa saat ini ASEAN sedang berhadapan dengan suasana ketidakpastian termasuk di bidang ekonomi. Oleh karena itu diperlukan kebijakan baik nasional maupun regional untuk menjawab tantangan tersebut. Wapres mengatakan bahwa hasil laporan tahun 2010 menunjukkan bahwa daya saing fundamental yang diukur dari besaran makroekonomi dan mikroekonomi berada pada ranking 57 dari 132 negara. Situasi ini cenderung tidak berubah selama lebih dari 5 tahun terakhir. kondisi Ini tentunya memerlukan strategi khusus untuk menghadapinya. Apalagi saat ini ASEAN sedang menyiapkan konsep Pasar Tunggal yangh diharapkan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian di masing-masing negara anggota. Pada bagia akhir sambutannya Wapres mengingatkan kembali pernyataan Presiden SBY dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Bali “ASEAN harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat negara-negara anggotanya. ASEAN harus memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat negara anggotanya. Pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan langkah-langkah inovatif untuk mempercepat terwujudnya Komunitas Ekonomi ASEAN dengan platform yang sama untuk kemajuan ASEAN ke depan. (Kapaala Bagian Humas Ch. Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: