SHS Terima Kunjungan Dubes Brunei Darussalam

Duta Besar Brunei Darussalam untuk Indonesia Dato Paduka Mahmud bin Haji Saidin bertamu ke kediaman Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang, Jumat (5/8) kemarin. Mahmud bertemu dengan Sarundajang untuk menjelaskan maksud kedatangannya ke Sulut, yakni sebagai tim advance guna mempersiapkan kedatangan Minister of Foreign Affairs and Trade of Brunei Darussalam Prince (Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam) Mohamed Bolkiah terkait dalam kehadirannya pada pertemuan para menteri ekonomi ASEAN (AEM) yang akan berlangsung pada 9-13 Agustus 2011 ini di Sulut

Sebagaimana kebiasaan yang sering dilakukan dalam mendatangkan investor ke Sulut, pada pertemuan ini, Sarundajang langsung menangkap peluang untuk  menawarkan kerjasama investasi dengan pihak Brunai Darussalam. Dengan gaya kepemimpinannya yang khas, mantan Ketua KAPET Manado Bitung ini menjelaskan secara spesifik iklim pertumbuhan ekonomi di Sulut yang notabene cukup tinggi karena masyarakat di Sulut secara bebas dan terbuka dapat mengembangkan usahanya sesuai bidang masing-masing. ‘’Atas dasar itu, sekiranya Dato dapat membawa pengusaha Brunai untuk berinvestasi di Sulut. Atau mungkin sebaliknya, kami bias mempertemukan dengan beberapa Pengusaha di Sulut untuk jalinan investasi lebih lanjut,’’ ujar Sarundajang yang langsung disambut positif oleh Mahmud.

Secara terang-terangan, mantan Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri ini memuji Negara yang terletak di bagian utara Pulau Borneo/Kalimantan ini. Menurut Sarundajang, Brunei yang terdiri dari dua bagian yang dipisahkan di daratan oleh Malaysia ini terkenal dengan kemakmurannya. ‘’Brunei adalah negara yang maju dan kaya, sekalipun tidak ada system otonomi daerah seperti Indonesia, tapi harus diakui kalau Brunei masih bias sentralistik,’’ aku Sarundajang.

Pengakuan akan keberadaan Brunei oleh Ahli Administrasi Teritorial pada Institut Internasional Administrasi Publik Prancis ini senada dengan Mahmud. Bahkan Mahmud yang mulai bertugas di Indonesia sejak pertengahan Januari 2010 ini berpendapat bahwa antara Brunei dan Sulut punya karakter kewilayahan dan penduduk yang sama. ‘’Sulut sudah terkenal sebagai wilayah yang tidak ada konflik, tidak ada pertikaian. Hal ini merupakan modal utama untuk menawarkan investasi ke dunia luar,’’ puji Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Brunei Darussalam ini. Dan berdasarkan pengakuannya, kedatangannya kali juga menyertakan beberapa Pengusaha Brunei yang mengaku sudah tertarik untuk menanamkan modal di Sulut. ‘’Kedatangan Prince Bolkiah ke Sulut ini juga sudah merupakan kali yang ketiga sejak tahun 1984 ketika beliau menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam. (Juru Bicara Pemprov Sulut, C. H. Sumampow, SH, M.Ed)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: