Sarundajang Menerima Gelar KPA Surakarta

Gubernur Sulawesi Utara DR. S.H. Sarundajang, Kamis (16/6) kemarin, memperoleh gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Peresmian pemberian gelar Kanjeng Pangeran Aryo  ini merupakan gelar kebangsawanan yang diberikan langsung oleh Kanjeng Pangeran Haryo Sangkoyo sebagai penerima kuasa dari Susuhunan Ingkang Sinuhun Kanjeng (SISK) Raja Pakubuwono XIII, langsung di Keraton Surakarta. Gelar itu diberikan karena Sarundajang dinilai oleh pihak keraton di Jawa Tengah punya andil besar dalam mengembangkan kebudayaan dan adat istiadat di Provinsi Sulawesi Utara. Selain itu, pihak Keraton juga menilai kalau Sarundajang telah banyak berbuat dalam mengembangkan pembangunan, tidak hanya pembangunan secara fisik tapi juga mental spiritual masayarakat. ’’Gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) dianugerahkan Keraton Surakarta Hadiningrat sejak Tahun 1984 kepada tokoh masyarakat yang dinilai berjasa dalam pengembangan dan pelestarian budaya dan adat istiadat,’’ jelas Kepala Bagian TUP Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si.
Lanjut Ringkuangan menjelaskan, Gubernur menerima gelar itu berdasarkan hasil musyawarah dari Keraton Surakarta, dimana pihak Keraton sangat selektif dalam memutuskan pihak yang akan diberikan gelar. Penganugerahan gelar KPA dilaksanakan dalam upacara adat keraton Jumenengan (upacara kenaikan tahta raja). Dalam acara itu, Sarundajang diarak keliling kota dengan menggunakan kereta kencana yang diiringi dengan petugas keraton. Setibanya di Keraton Surakarta, Gubernur disambut keluarga keraton di sitihinggil (tempat yang tinggi) yang merupakan tempat pelantikan para raja. ’’Sitihinggil merupakan kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya,’’ katanya.
Bangunan utama sitihinggil adalah Sasana Sewayana yang digunakan para pembesar dalam menghadiri upacara kerajaan. Prosesi penganugerahan gelar kehormatan tersebut diiringi Gending Tumadhah yang dilantunkan pradangga dan sindhen dari trah keluarga besar keraton. Upacara semakin khidmat ketika Keraton menyerahkan kekancingan, samir, curiga (keris) Blarak Sinurut sebagai lambang derajat pangkat dan kewibawaan, songsong agung (payung) sebagai lambang pengayoman, tumbak (tombak) sebagai lambang kebijaksanaan, dan teken (tongkat) simbol tuntunan dan keteladanan. ’’Dengan anugerah gelar KPA Sinyo Harry Sarundajang, maka Gubernur Sulut menjadi kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat,’’ tambahnya.
Berdasarkan adat istiadat Keraton, KPA Sinyo Harry Sarundajang yang kini sudah menjadi kerabat Keraton Surakarta memiliki 9 kewajiban yang harus dijalankan, yakni malem setunggal suro, tingalan jumenangan dalem ingkang sinuwun, grebeg poso, grebeg besar, grebeg mulud, malem selikur poso, maringi zakat fitrah dhateng masjid ageng, wilujengan nagari maheso lawung, wilujengan hadeging Keraton Surakarta Hadiningrat. Selain itu, setidak-tidaknya sekali setahun para kerabat juga harus datang menghadap ke Keraton Surakarta. (Jubir Pemprov Sulut, C. H. Sumampow, SH, M.Ed)

%d bloggers like this: