Gubernur: Sudah saatnya Manado Pikirkan Teknologi Daur Ulang Sampah

Dibawah arahan tema “Forest: Nature At Your Service” (Hutan Penyangga Kehidupan), Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati hari ini dalam suatu kegiatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado dan DPD KNPI Sulawesi Utara beserta seluruh komunitas pencinta, pemerhati dan kelompok-kelompok pelestari lingkungan di Sulawesi Utara. Kegiatan Peringatan Hari Lingkugan Hidup Sedunia ini diawali dengan Gerakan Sejuta Sepeda Sejuta Pohon dengan melakukan Fun Bike bersama dimulai dari Depan Kantor Walikota Manado sampai di Mantos Manado. Setiap peserta dibekali dengan bibit tanaman yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang dilewati sambil melakukan himbauan untuk menanam untuk mensukseskan Gerakan Sentuh Tanah yang telah dicanangkan Pemprov Sulut. Kegiatan Fun Bike ini dilepas oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Djouhari Kansil, M.Pd yang kemudian bersama ibu Mieke Kansil Tatengkeng bersepeda bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Walikota Manado dan para Kepala SKPD Provinsi maupun Kota Manado. Nampak ikut juga Wakil Bupati Boltim Medy Lenzun dan Sekkab Mitra Freddy Lendo. Upacara puncak peringatan dilaksanakan di halaman parkir Manado Town Square (Mantos) Manado dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara DR. S.H. Sarundajang, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Djouhari Kansil, M.Pd, Walikota Manado DR. G.S.V. Lumentut, para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulut dan Kota Manado, Sekjen DPP KNPI Zayat Muhamad, SH.MH. dan Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara Fabian Sarundajang.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara Olvie Atteng, SE.M.Si dalam laporannya mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2011 ini ditandai dengan berbagai kegiatan antara lain dengan mengikuti Pekan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan oleh Kementerian KLH, melakukan kampanye perlindungan dan pengelolaan LH yang melibatkan pemerintah dan swasta dengan kegiatan antara lain Lomba Foto Lingkungan Hidup, Lomba Menggambar Tema Lingkungan Hidup, bagi-bagi bibit tanaman buah dan kayu bekerjasama dengan beberapa swalayan terkenal di Manado antara lain Mantos Group. Pencanangan Gerakan Pemuda Menanam kerjasama dengan KNPI, Penanaman Pohon di lahan kritis sepanjang DAS Tondano kerjasama dengan PT Freeport, Replikasi Kampung Hijau di Kotamobagu, Pemberdaytaan Masyarakat dan Pemulihan Pesisir di Kep Sangihe dan Kep Talaud, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemulihan Danau Makalehi di Sitaro.

Mengawali sambutannya Gubernur menyampaikan selamat kepada Pemerintah dan Masyarakat Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara atas diterimanya Penghargaan Adipura Kota Sedang dan Kota Kecil terbersih tahun 2011. Gubernur berharap ditahun-tahun yang akan datang kota-kota dan ibukota kabupaten lainnya di Sulut juga dapat berupaya mendapatkan penghargaan adipura. Gubernur meminta menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan dapat membudaya bukan saja dalam rangka memperoleh adipura tetapi benar-benar menjadi gaya hidup masyarakat Sulut. Berdasarkan data bahwa saat ini suhu bumi terus bertambah 0.7 derajat setiap tahunnya. Dengan kondisi seperti ini es di kutub utara akan terus mencair dan permukaan air laut akan mengalami kenaikan. Akibat dari Global Warming ini akan menyebabkan Climate Change yang akan mengancam kehidupan antara lain karena terjadinya gagal panen dimana-mana. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk menanam, bahkan Gubernur meminta kelompok-kelompok, organisasi pemuda dan kemasyarakatan untuk mencari sediri lokasi lahan kosong kemudian melaporkan kepada Pemkot atau Pemprov untuk dibantu bibit tanaman untuk melakukan penanaman kembali lokasi-lokasi kritis tersebut. Khusus untuk pengelolaan sampah di Manado, Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Kota Manado sudah harus mengupayakan mencari teknologi pengolahan sampah terutama sampah yang mengandung zat kimia. Pemprov Sulut akan membantu Kota Manado dengan memberikan 5 truk sampah yang akan diusahakan dianggarkan pada APBDP tahun 2011. Disamping itu Gubernur juga mengingatkan tanggungjawab bersama untuk melestarikan danau Tondano terutama memberantas Eceng Gondok. Pemkab Minahasa sudah melakukan upaya tapi hal itu belum cukup karena perkembangan eceng gondok yang sangat cepat. Pelestarian Danau Tondano adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Sulut terutama kabupaten/kota yang berbatasan langsung dengan Kab Minahasa. Pemprov akan mengupayakan mencari teknologi yang dapat memberantas eceng Gondok tanpa menggangu ekosistem menguntungkan di danau tersebut. Di akhir sambutannya Gunernur mencanangkan Gerakan Pemuda Menanam bersama Sekjen DPP KNPI Zayat Muhamad serta membagikan bibit pohon dan melakukan penanaman pohon di lokasi Mantor Manado. (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: