SHS Tolak Radikalisme Agama

Gubernur Sulawesi Utara DR. S. H. Sarundajang dengan tegas  menolak dengan apa yang dinamakan radikalisme agama. Karena pada prinsipnya, radikalisme agama akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya apabila dibarengi dengan tindakan anarkis, munculnya pasukan-pasukan bersenjata. Hal tersebut diungkapkan Sarundajang ketika membawakan sambutan pada acara seminar nasional dan lokakarya Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh Pemuda Lintas Agama bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Nasional Sulut, Senin (30/5) kemarin di Aston Hotel.

Menurut  Sarundajang, mengatasi masalah keagamaan yang ada hanya dengan cara duduk bersama, berdialog secara langsung. Dan hal tersebut dia praktekkan ketika menyelesaikan 2 konflik besar di Maluku Utara dan Ambon, yang notabene konflik di 2 daerah tersebut berupa konflik horisontal, dimana suasana yang dihadapi sangat mencekam, dan butuh strategi matang untuk mendamaikannya. ‘’Dalam menyelesaikan konflik horisontal tidak boleh dengan kekerasan. Kunci utamanya hanya cara dialog bersama,’’ jelas mantan Penjabat Gubernur Maluku Utara ini.

Lanjut Sarundajang beranggapan, tidak ada satupun agama yang menyarankan untuk berkonflik apalagi saling membunuh. Agama apapun itu pasti mengajarkan tentang bagaimana cara mempraktekkan kebenaran, memberlakukan kasih dalam setiap kehidupan. ‘’Manusia hidup dengan begitu banyak kepentingan. Dan kepentingan inilah yang kadang menjadi pemicu pertikaian. Tapi saya selaku Gubernur bersyukur karena warga Sulut hampir seluruhnya menolak radikalisme,’’ tukas Sarundajang sembari memberikan apresiasi yang mendalam kepada Pemuda Lintas Agama yang sudah berinisiatif menyelenggarakan seminar seperti ini.

Seminar yang mengangkat topik Negara Kebangsaan versus Radikalisme Agama ini menghadirkan seluruh pemuda lintas agama, perwakilan dari seluruh perguruan tingkat tinggi di Sulut, organisasi masyarakat, dan perwakilan siswa SMA se Sulut dan TNI Polri. Tampil sebagai nara sumber  yakni Ketua PGI Pdt. DR. Andreas  Yewangoe, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K. H. Yahya Cholilstaquf, Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo, dan Wakil Ketua Umum Majelis Tinggi Konghucu Indonesia Drs. Uung Sendana. Dalam seminar ini juga diadakan penyerahan obor perdamaian dari Pemuda Lintas Agama NTT ke Gubernur Sulut kemudian diteruskan ke Pemuda Lintas Agama Sulut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: