Sulut Siap Tangkal Ancaman Untuk Perkokoh NKRI

Guna memperkokoh sistem pertahanan negara kesatuan Republik Indonesia (RI), tim lembaga ketahanan Nasional (Lemhannas) RI melaksanakan kunjungan kerja ke provinsi Sulut.

Adapun pertemuan yang digelar di ruang Huyula kantor Gubernur, Selasa (29/3) guna berdialog dan menjaring pendapat dengan pemerintah serta stakeholders di Sulut.

Dialog itu dilaksanakan untuk meningkatkan sinergitas pembangunan sistem pertahanan negara, guna memperkuat kemampuan daya tangkal terhadap setiap ancaman dalam rangka memperkokoh NKRI. Tim Lemhannas dipimpin oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsekal Madya TNI DR Rio Mendung Thalieb.

Wakil Gubernur Drs Djouhari Kansil MPd saat memberikan sambutan menyatakan kunjungan tim Lemhannas di Sulut semakin mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terbangun dalam kehidupan masyarakat Sulut yang rukun dan damai.

”Kami bangga dan saya percaya bahwa kunjungan tim kerja kajian Lemhannas RI di Sulut merupakan perwujudan dari komitmen lembaga ketahanan nasional, untuk melihat dari dekat kondisi real di daerah, sekaligus memahami dan merasakan denyut aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, sebagai mutiara berharga, dalam rangka memformulasikan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan yang secara sinergis berpihak pada masyarakat, sesuai dengan potensi kearifan lokal dan karakteristik daerah,” papar Kansil.

Dalam moment itu juga Kansil menginformasikan bahwa Sulut merupakan salah satu provinsi dari tujuh provinsi kepulauan yang ada di Indonesia, dan berada di kawasan perbatasan Indonesia dan Philipina memiliki 286 pulau, 59 berpenghuni dan 227 belum berpenghuni, dengan 11 pulau terluar diaman 7 pulau berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan 4 pulau di Kabupaten Kepualauan Talaud, 2 diantaranya pulau miangas dan Marampit yang langsung berhadapan dengan negara tetangga Philipina. Untuk itu Sulut siap memperkuat daya tangkal terhadap setiap ancaman untuk memperkokoh NKRI.

Kansil juga menjelaskan beberapa materi tentang kemajuan atau peningkatan sinergitas pembangunan dan strategi pengembangan Sulut dalam rangka memperkuat kemampuan nasional bagi keutuhan NKRI.

Wagub Lemhannas, juga menyatakan maksud kunjungannya untuk mendapat masukan dari provinsi dari ancaman yang bersifat tradisional dan ancaman lainnya seperti sistem pertahanan negara, ilegal fishing, dan masalah radikalisme.

”Tiga masalah diatas sering terjadi di Indonesia, untuk itu kami menjaring informasi untuk memperkokoh ketahanan secara nasional dimana sesuai undang-undang, provinsi Sulut juga memiliki kewajiban membangun ketahanan negara secara tradisional maupun non tradisional,” kata Thalieb. Dirinya mengharapkan bantuan dari suluruh stakeholders untuk menjaga ketahanan negara bersama.

Dalam kesempatan itu pihak Lemhannas mendengarkan beberap aaspirasi dari pemerintah untuk membangun ketahanan bersama. Tampak hadir dalam dialog tersebut Wakapolda Sulut Kombes Pol Simson Sugiarto, Danlantamal VIII Laksamana pertama Sugianto, wakil ketua DPRD Sulut Arthur Kotabunan, perwakilan tokoh aagama se Sulut dan sejumlah pejabat dilingkup Pemprov Sulut.(Jubir Pemprov, CH Sumampouw SH, Med)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: