Sarundajang : Bayar Pajak Bukti Tanggungjawab dan Partisipatif Percepat Pembangunan

Membayar pajak tepat waktu merupakan bukti tanggungjawab dan partisipatif aktif dalam upaya pembangunan bangsa dan daerah tercinta.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang pada acara pekan panutan penyampaian SPT tahunan pajak penghasilan orang pribadi, tahun pajak 2010, yang diselenggarakan di kantor pelayanan pajak pratama Manado, Kamis (10/3).

“Saat ini pemerintah sedang berusaha untuk memperbaiki pengolaan keuangan negara, temasuk disektor pajak sebagai satu sumber utama pendapatan negara dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan menjamin efektifitas pemanfaatannya, perbaikan tersebut dilakukan dengan tidak mengorbankan kepentingan pembiayaan pemerintah yakni menjamin peningkatan pelayanan publik, maupun peningkatan daya saing ekonomi,” Papar Sarundajang dalam sambutannya.

Sarundajang menambahkan, khusus untuk daerah Sulut sangat berbangga karena adanya peningkatan pelayanan dari direktorat pajak khususnya terkait penyampaian SPT tahunan pajak penghasilan, karea selain bisa menyampaikan SPT tahunan langsung dikantor pelayanan pajak, pojok pajak, mobil pajak dan kantor pos, wajib pajak juga bisa menyampaikan SPT tahunan melalui drop box yang ada di tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, bank dan kantor pemerintahan.
Setiap pajak yang dibayarkan memiliki kegunaan beragam. “Pajak yang dibayar wajib pajak, memiliki manfaat dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional, penerimaan pajak sudah menopang 77 persen dari penerimaan negara yag digunakan untuk gaji PNS, TNI/POLRI, subsidi BBM, listrik, kesehatan, pendidikan, pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah dan fasilitas lainnya” kata Sarundajang.

Sementara itu, kakanwil DJP Sulutenggo dan Malut Drs bambang Basuki Ma, mengatakan jumlah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Sulut per 31 Desember 2010 adalah sebesar 194.871 wajib pajak, dibandingkan wajib pajak yang terdaftar 2009 yaitu sebesar 135.045 wajib pajak, presentase kenaikannya adalah 44,3 persen. Rencana penerimaan pajak Sulut 2010 sebesar Rp 1,515 Triliun dan realisasi penerimaan Rp 1,522 Triliun yang berarti 100,5 persen dari rencana. Tingkat pertumbuhan penerimaan 2010 dibanding 2009 sebanyak 15,28 persen. Transfer dana pemerintah pusat ke Sulut sebesar Rp 1,515 Triliun, apabila dihitung dengan rencana penerimaan pajak 2011 sebesar RP 1,78 Triliun, maka itu mengindikaskan terdapat subsdi pajak dari daerah lain ke Sulut sebesar Rp 10,16 Triliun.

“Saya berharap mari para pengusaha, pejabat, masyarakat aga mengisi SPT secara benar, lengkap serta ,melaporkan tepat waktu, semua warga atau wajib pajak dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan menyampaikan SPT tahunan, karena membayar pajak juga bukti peduli sesama,” ujar Bambang.

Pada kesempatan itu Gubernur juga secara simbolis menyampaikan SPT tahunan pajak dan mengisi dalam drop box yang disediakan untuk wajib pajak, pada acara tersebut hadir juga walikota Manado DR GSV Lumenrut, Wakil Walikota Harley Mangindaan, Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Tewu, Kapolresta Manado Kombes Pol Aridan Roeroe, Danrem 131 Santiago Kolonel Inf Robert Lumempow, Kajati Sulut I Ketut Arthana, sejumlah pengusaha, mereka juga berkesempatan memberikan SPT tahunan bersama sebagai simbol taat dan patuh membayar pajak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: