PT SEJ Lecehkan Robby Mamuaja

Ironis memang, dipenghujung akhir masa jabatan selaku Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Drs Robby Mamuaja saat melakukan kunjungan kerja di PT. Sumber Energi Jaya (SEJ), salah satu perusahaan tambang yang sedang melaksanakan eksplorasi emas di desa karimbow bawah kec, motoling timur, tak disangka-sangka justru mendapat resisten penolakan keras dari pihak perusahaan.
Peristiwa memalukan itu terjadi pada sabtu siang (5/03) di depan pos masuk perusahaan tambang tersebut. Kronologisnya, saat rombongan Mamuaja yang turut didampingi sejumlah tokoh masyarakat karimbow tiba dilokasi, seorang warga karimbow turun dari mobil dan menyampaikan secara baik-baik kepada petugas security. Bahwa yang datang itu adalah Sekprov Sulut Drs Robby Mamuaja, beliau akan mengadakan kunjungan kerja di perusahaan itu, sekaligus ingin bertemu dengan pimpinan yang ada disini.
Security tersebut langsung menghubungi anggota brimob yang sedang bertugas di base camp jaraknya kurang labih 2 km. Anggota brimob langsung menyampaikan informasi itu kepada agustinus wendy selaku kepala teknik tambang diperusahaan itu. Tak lama kemudian, wendy langsung ketemu Mamuaja yang sudah hampir setengah jam lebih berdiri disamping pos monyet itu.
Mamuaja jelaskan, maksud kedatangnya diperusahaan ini sesungguhnya bertujuan baik, saya hanya ingin melihat langsung kondisi sebenarnya yang ada perusahaan ini. “Saya tidak ada maksud-maksud tertentu untuk merugikan perusahaan ini.” Sebab kunjungan saya ini terkait erat dari segi pengurusan kelengkapan administrasi di pemprov Sulut. Walau sudah dijelaskan maksud kunjungannya itu, tetap saja sekprov tidak di ijinkan oleh wendy untuk masuk di areal tambang. Pintu masuk tetap saja digembok dengan palang besi oleh security. Mendapat perlakuan tidak sopan seperti itu , Mamuaja langsung naik pintam dengan dialeg manado yang begitu kental.
“Kalu kendaraan yang saya pake ini gunakan plat DB 6, so pasti saya tabrak pintu masuk ini, kita tau ngoni pe peperusahaan blum ada ijin, masi dinggap liar oleh masyarakat, kiapa ngoni pejalan so ini, kong mo tutup seperti ini. Ini kan rakyat pejalan dari dulu, ngoni baru kalamaring disini so main tutup jalan, kong tu rakyat mo ka kobong mo iko dimana, ternyata ngoni sandiri yang beking susah tu rakyat disini,” semburnya.
Diketahui, kegiatan eksplorasi PT. SEJ baru mengantongi rekom Bupati Minsel, sekarang mereka sedang berjuang mendapatkan rekomendasi pemprov sulut, guna mendapatkan ijin pemerintah pusat, jelas Mamuaja.
Direktur operasionalnya sandhika putra telah beberapa kali bertandang di kantor gubernur, mendesak agar pemintaan rekom mereka segera diproses. “Jujur saja, surat mereka itu belum di proses alasannya, sebelum rekom itu diberikan sebagai bawahan, saya harus turun lapangan untuk mengecek langsung kondisi dilapangan seperti apa yang terjadi. Sebab kami telah banyak menerima pengaduan warga akibat tindakan perusahaan menggunakan kepala desa untuk menakut-nakuti warga.Berkaitan dengan itu juga belum lama ini pemprov telah menerima surat dari KPK untuk segera menghentikan kegiatan PT SEJ dari karimbow,” jelas Mamuaja.
Tokoh masyarakat karimbow Drs Arie Kaligis, menyayangkan tindakan tak terpuji PT SEJ kepada sekprov sulut. Tak semestinya mereka melakukan hal seperti itu kepada seorang pejabat tinggi dari pemprov. Mestinya kedatangan pak mamuaja harus disambut secara baik dan sopan oleh perusahaan, bukan sebaliknya, kesal.
Kaligis mengatakan, kehadiran PT SEJ di desa karimbow tokin sesungguhnya didukung warga. Karena dengan kehadiran perusahaan ini dipastikan dapat memberi nilai tambah bagi kehidapan warga, salah satu adanya penyerapan tenaga kerja. Namun disesalkan hingga hari ini perusahaan belum menepati janjinya, melakukan sosialisasi.
Padahal warga disini ingin sekali mendengar langsung sosialisasi ini terkait dengan dampag positif maupun negative hadirnya perusahaan tambang di desa mereka, jelas mantan Sekwan DPRD Minsel ini. Kaligis yang dikenal sebagai mantan camat Motoling, lebih jauh mengatakan, Dirut Operasional PT. SEJ Sandhika Putra, pernah berjanji agar masyarakat tidak bingung, kedepan pihaknya akan melaksanakan sosialisasi, tapi nyatanya janji itu hanya tinggal janji rupanya saja, sehingga warga menjadi kecewa.
Diketahui, penolakan Sekprov oleh PT. SEJ diketahui berasal dari orang dalam sendiri yang tak lain sandhika putra yang kini memegang dir. Operasional diperusahaan itu. Dia secara arogan melakukan pelecehan langsung terhadap sekprov. Lewat SMSnya kepada salah seorang warga karimbow, dia menulis siapapun dia sekalipun gubernur, apalagi hanya tamu seperti itu (maksudnya sekprov), saya tidak akan ijinkan masuk kalau tanpa seisin dari pusat.
Sayangnya SMS tersebut tidak diketahui oleh mamuaja, sebab mamuaja sendiri sudah keburu pulang kembali ke manado, ujar Venny warga karimbow.
Venny menambahkan, kiranya pemprov sulut lebih berhati-hati dalam member rekomendasi kepada perusahaan seperti ini. Sedangkan pak sek sendiri berani dilecehkan, bagaimana dengan pejabat yang lain dibawahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: