Sarundajang Ajak Camat dan Lurah Tingkatkan Produksi Pangan

Privinsi Sulut yang dikenal sebagai salah satu daerah centra produk pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan memiliki prospek yang baik apabila dikelolahnya dengan baik. Mengingat dunia dewasa ini sedang mengalami krisis pangan akibat gagal panen yang disebabkan karena pengaruh cuaca yang tidak menentu. Hal itu dikatakan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang saat membuka rapat koordinasi serta sosialisasi bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa, di MCC, Jumat (25/02).
Kegiatan yang diikuti 1.925 peserta yakni kepala desa (kades) 1.338, lurah 326, camat 159, kabag pemerintahan dan kaban BPMPD se sulut ini, menurut Gubernur Sinyo Sarundajang melalui program pemberdayaan masyarakat, saya mengajak para camat, lurah dan kades untuk segera mengembangkan sumber daya pertanian yang ada di daerah masing-masing, bahkan kalau bisa membuka lahan pertanian yang baru untuk menanam padi dan jagung terutama bagi kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas seperti minahasa, minsel, minut dan bolmong raya. Sebab akibat dari krisis pangan dunia tersebut bisa saja negara pengimpor beras seperti vietnam dan kamboja menghentikan impor berasnya ke indonesia.
Guna mengantisipasi hal tersebut ”marilah mulai sekarang kita kembangkan sumber daya pertanian yang ada untuk menanam padi dan jagung agar kita bisa terhindar apabila dikemudian hari terjadi krisis pangan”, ajak Sarundajang.
Karena itu Gubernur menginstruksikan kepada para bupati dan walikota untuk segera melaporkan data kerusakan bendungan dan drainase pertanian yang rusak akibatkan adanya sedimentasi, pecah karena banjir, hilang atau tertutup oleh pengaruh faktor alam kepada pemprov sulut. Menyangkut hal itu Sarundajang mengatakan, dananya tersedia dan akan segera diperbaiki.
Disamping itu Sarundajang juga mengingatkan, agar para kades, lurah dan camat untuk mampu menggalang persatuan dan kesatuan guna mengantisipasi kerawanan sosial yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat. ”Sering kali hanya disebabkan oleh karena masalah sepeleh saja, namun sudah dibelokan pada isu-isu sarah”. seperti di kecamatan dumoga timur yang hampir setiap tahun terjadi perkelahian antar kampung (tarkam), kemudian yang masih dalam ingatan kita peristiwa perkelahian di langowan dan jaton. Kiranya hal itu cepat diantisipasi oleh pemerintah setempat melalui musyawarah dan mufakat.
Dirjen PMD Ayib Muflich menyampaikan empat hal pokok dihadapan peserta rakordis. Secama umum ke empat hal tersebut yakni masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan pangangguran. Selain itu Ayib juga mengatakan, bahwa lamanya masa jabatan seorang kepala desa dan BPD yang saat ini dari lima tahun, tetapi sekarang telah diperpanjang menjadi delapan tahun untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Hal itu mengacu dari Permendagri No. 29 Tahun 2006 tentang produk hukum desa. Sementara Kaban BPMPD sulut Dr. Drh FD Rotinsulu melaporkan kegiatan yang berlangsung sehari itu akan diisi pemaparan selain dari Gubernur dan Dirjen, juga dari Kapolda Brigjen Pol Carlo Brix Tewu, Bupati Sitaro Toni Supit dan kepala Bapedda sulut Dr. Noldy Tuerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: