Kansil : Sulut Butuh Enam Sirine Tsunami

Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara khususnya, kota Manado dan B itung saat ini tidak perlu khawatir dengan bencana tsunami, pasalnya dua kota tersebut saat ini telah memiliki sirine penanda bencana tsunami.

Khusus di kota Manado, sirine penanda tsunami diresmikan penggunaannya oleh Wakil Gubernur Sulut Drs. Djouhari Kansil MPd. Peresmian dilaksanakan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD} Provinsi Sulut di bilangan jalan Bethesda Manado, Kamis (24/2).

Dalam sambutannya, Kansil menyatakan sirine peringatan tsunami perlu guna pengurangan resiko bencana, peningkatan dan respon tanggap darurat terpadu. “Melalui sirine tsunami yang menggunakan INA TEWS (Indonesian Tsunami Early System), sebagai aplikasi teknologi terkini yang memungkinkan untuk memberikan sistem informasi peringatan dini bencana alam, dan dapat digunakan diberbagai wilayah. INA TEWS ini sangat fleksibel dan dapat digunakan mulai dari komunitas kecil maupun besar, yang terhubung dalam sistem peringatan daerah maupun nasional untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat,” papar Kansil.

Dari segi aspek geografis , geologis dan hidrologis, Indonesia merupakan salah satu negara kepualuan terbesar di dunia yang terletak di dua banua yakni benua Asia dan Australia, dengan dua samudera yakni Hindia dan Pasifik yang terletak di lempeng Indo Australia dan lempeng Pasifik yang menyebabkan Indonesia, termasuk Sulut sangat berpotensi sekaligus rawan terhadap bencana, antra lain gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir, badai, dan letusan gunung berapi. Untuk itu daerah Sulut sendiri harus memiliki alat penanda bencana.

“Saya berharap pihak badan meteorologi klimatologi dan geofisika dapat menambah sirine penanda tsunami ini menjadi 6 unit khusus untuk daerah Sulut, termasuk di kabupaten sitaro karena daerah tersebut rawan bencana juga,” kata Kansil. Karena itu melalui peresmian ini, saya berharap semua pihak untuk secara sinergis mengambil peran dan memberikan kontribus positif demi terselenggaranya Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF Direx) di Sulut.

Wagub juga menambahkan, sirine ini nantinya akan dibunyikan secara rutin setiap bulan pada tanggal 26 pukul 10 pagi waktu setempat selama 1 menit dengan nada tetap didahului dengan pernyataan “ini merupakan test untuk peringatan dini tsunami, ini hanya test”. Pernyataan itu disampaikan sebanyak 3 kali. Bunyi sirene peringatan ini bisa didengar sampai radius 2 kilometer.

Pada Kesempatan itu Wagub juga telah menyerahkan bibit rica kepada lurah se kota manado, sebagai wujud program menyentuh tanah yang digulirkan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang.

Usai memberikan sambutan Kansil yang didampingi Kaban BPBD Ir Hoyke Makarawung,Msi meninjau ruang server yang terletak dikantor tersebut.

Ikut hadir dalam acara tersebut, kepala pusat seismologi teknik geopotensial dan tanda waktu badan meterologi klimatologi dan geofisika pusat Dr Suhardjono Dip Seis, unsur muspida provinsi Sulut serta pejabat di teras Pemprov Sulut, camat dan lurah se kota Manado.(Jubir Pemprov, Drs Roy M Tumiwa MPd).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: