Wagub : FFI Jadi Pilar Penyangga Pembangunan Bangsa

Wakil Gubernur Sulut Drs Djouhari Kansil MPd menyatakan Forum intelektual Indonesia (FII) merupakan pilar penting penyangga pembangunan bangsa dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, dimana dalam melaksanakan fungsinya senantiasa mengedepankan pemikiran-pemikiran yang konstruktif, yang mampu menyentuh sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Pernyataan orang nomor dua di sulut ini dikemukakannya dihadapan peserta konferensi guru besar ke 3 yang dilaksanakan FII cabang sulut di hotel sintesa peninsula, Kamis (27/01).
Kegiatan yang dibuka Dewan Pertimbangan Presiden (watimpers) bidang Pendidikan dan Kebudayaan Prof. DR Mutia Hatta ini, menurut Kansil, peran strategis inilah, yang saya percaya senantiasa melekat dalam FII, dan akan terus menjadi bagian dalam mewarnai proses pembangunan bangsa yang sarat dengan dinamika global.
Kesempatan itu juga Kansil menyebutkan satu hal penting bagi FII dengan harapan menjadi inspirasi untuk menghasilkan terobosan-terobosan baru dan nyata bagi pembangunan bangsa. Seperti cina saat ini dikenal sebagai raja ekonomi asia bahkan sedang menanjak menguasai perekonomian dunia. Sebab itu abad ke-21 bisa dikatakan adalah abad milik cina. Hal ini terlihat dimana cina mulai menunjukan eksistensinya di bidang ekonomi, yaitu bagaimana cina menginvasi dan membanjiri pasar global dengan produk-produknya, dengan menggusur negara-negara pesaing yand ada.
Bagaimana dengan kita, menurut Kansil Indonesia berada pada jalur perdagangan dunia, contohnya sulut yang secara geografi berada dibibir pasific (pasific rim)yang merupakan pusat distribusi barang dan jasa, karena letaknya relatif dekat ke beberapa pusat pertumbuhan ekonomi dunia, seperti jepang, korsel, taiwan dan malaysia timur dan amerika serikat sehingga sangat prospektif dalam pengembangan ekonomi dan pula dilengkapi dengan kekayaan SDA berlimpah. Demikian halnya dengan beberapa daerah lainnya seperti riau kepulauan, kaltim dan kalbar. Saat ini menjadi pernyataan, bagaimana dengan indonesia kenapa kita belum mampu seperti cina, tentunya pernyataan ini merupakan tantangan yang sangat besar bagi kita semua termasuk FII.
Untuk itu Kansil berharap melalui konferensi guru besar ke-3 kali ini kiranya akan mampu memberi inovasi-inovasi cerdas dan kreatif melalui berbagai rumusan dan kebijakan strategia guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi tersebut. Turut Hadir Prof. DR Sri Edi Swasono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: