Gubernur: Rakyat Sulut Harus memulai Gerakan Sentuh Tanah

Hari Pangan Sedunia yang ke 30 Hari Jumat diperingati di Provinsi Sulawesi Utara. Acara peringatan tersebut dilakukan di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara dan diikuti oleh seluruh stakeholders pertanian dan tanaman pangan. Acara tersebut dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan Pengurus PKK Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Peringatan hari pangan sedunia tahun 2010 mengangkat Tema Universal United Against Hunger dan untuk Indonesia tema yang diangkat adalah Kemandirian Pangan Untuk Memerangi Kelaparan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara Ir. F.L. Kaunang dalam laporannnya mengatakan bahwa Peringatan Hari Pangan Sedunia bertujuan untuk: 1) Memperkuat kesadaran masyarakat terhadap permasalahan pangan dunia, memperkuat solidaritas dalam berjuang memerangi kelaparan, kekurangan gizi dan kemiskinan. 2) Menanamkan pengertian kepada masyarakat secara tepat terarah dan terus menerus dalam hal pengetahuan secara lebih luas tentang arah, tujuan, dan hasil pembangunan nasional di bidang pemantapan ketahanan pangan. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi: seminar tentang Makanan Tradisional dan Inovasi Pertanian untuk mendukung revitalisasi pertanian  dan ketahanan pangan, Demonstradsi dan Display Pangan Olahan Khas Daerah, Lomba Kreasi Cipta Menu Beragam, Bergizi, dan Berimbang Non Beras dan Non Terigu, Pemberian Penghargaan Ketahanan Pangan, Pengabdian Masyarakat berupa Donor Darah dan Upacara Puncak. Rangkaian kegiatan ini dapat terselenggara melalui kerjasama dengan Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kalangan Perguruan Tinggi di Sulut.

Dalam sambutannnya Gubernur Sinyo Harry Sarundajang mengatakan bahwa momentum peringatan Hari Pangan Sedunia memiliki makna strategis terutama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat internasional terhadap ancaman kekurangan pangan karena ketidakmampuan bumi untuk menyediakan makanan bagi penduduk dunia yang diperkirakan pada 25 tahun ke depan akan mencapai 10 miliar jiwa. Dunia juga diperhadapkan dengan ancaman bencana dan global warming yang dapat mempengaruhi sector pertanian yang menyediakan pabngan bagi dunia. Oleh karena itu, menurut Gubernur, dari sekarang ini masyarakat harus berupaya untuk tidak tergantung pada satu jenis pengan saja seperti beras. Diversifikasi Pola Konsumsi masyarakat menjadi hal yang sangat mendesak agar potensi pangan yang beragam yang dimiliki, khususnya juga di Sulawesi Utara dapat dioptimalkan untuk menunjang ketersediaan pangan bagi rakyat. Gubernur mengatakan bahwa Rakyat Sulawesi Utara harus bersyukur dengan kekayaan alam yang sangat bervariasi dan kesuburan tanah yang sangat menunjang. Oleh karena itu Gubernur menghimbau Rakyat Sulawesi Utara untuk kembali menggiatkan Gerakan Sentuh Tanah, yaitu gerakan untuk menanam dan memanfaatkan lahan termasuk pekarangan untuk menanam tanaman yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Pola konsumsi juga harus dirubah dari kebiasaan hanya makan nasi kemakanan lain yang tidak kalah kandungan karbohidratnya dari beras seperti jagung, ubi dan pisang. (Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: