Dirjen HKI Sosialisasi Hak Intelektual

Berbagai jenis produk lokal khas Provinsi Sulawesi Utara antara lain kain bentenan, tarian cakalele, sastra dan minuman saguer (captikus) merupakan salah satu hak kekayaan intelektual yang harus mendapat perlindungan oleh negara. Hal tersebut dikatakan Kasubag Mutasi dan Pensiun Bagian Kepegawaian Sekretariat Ditjen HKI Kementrian Hukum dan HAM RI Slamet Yuswanto saat melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan dan perlindungan hak kekayaan intelektual kepada jajaran pemprov Sulut di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (12/10).

Tidak sedikit jenis produk lokal asal sulut yang belum mendapat hak paten dari pemerintah. Guna melindungi hak kekayaan intelektual tersebut diharapkan  pemerintah daerah segera mungkin mendaftarkannya di direktorat HKI Depkum dan HAM agar produk lokal ini tidak mendapat komplain dari daerah atau negara lain, ujarnya.

Belajar dari pengalaman dengan Malaysia yang mengaku kalau  kain batik dan tarian reok ponorogo asal jawa itu, merupakan hasil ciptaan negara mereka. Padahal dalam kamus  internasional batik itu hanya ada di Indonesia.

Yuswanto mengatakan, andalan perekonomian Manado yakni di sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor transportasi dan komunikasi serta sektor jasa. selain itu, Manado juga dikenal dengan produk makanan ringannya seperti, gohu, lalampa, panada dan minuman saguer atau cap tikus serta hasil kerajinanlainnya.

Untuk melindungi kreatifitas intelegtual pemikian manusia (kapital) yang sudah menjadi hak milik budaya sulut itu hendaknya harus memiliki hak hukum registrasi (law inforcement), dan ini merupakan salah satu jaminan, jelasnya.

Yuswanto juga menyebutkan, Jenis-jenis hak, pertama, Hak Milik Industri yakni Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang dan Perlindungan Varietas Tanaman. Kedua, Hak Cipta yakni Sastra, Seni dan Ilmu Pengetahuan. Untuk Hak Cipta, sertifikat merupakan salah satu alat bukti bahwa hasil itu merupakan ciptaannya dan bukan hasil jiplakan ataupun plagiat.

Perbedaan Hak Kekayaan Intelektual Yuswanto menambahkan ada dua hal pertama Hak Cipta untuk sistem perlindungan Deklaratif (tanpa pendaftaran), jangka waktu perlindungan meninggal  sampai 50 th dasar hukum UU No.19 Tahun 2002. Kedua, Paten untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan biasa 20 th sederhana 10 th dasar hukum UU No.14 Tahun 2001. Ketiga, Desain Industri untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan 10 th dasar hukum UU No.31 Tahun 2000. Keempat, Merek untuk sistem perlindungan Konstitutif (Pendaftaran), jangka waktu perlindungan 10 th dan dapat diperpanjang dasar hukum UU No.15 Tahun 2001.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: