Update Info Pemerintahan

Klik Disini

Gubernur Pimpin Upacara Pemberian Remisi

Setiap tanggal 17 Agustus, dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Presiden RI memberikan Remisi kepada para narapidana se Indonesia yang dalam menjalani hukumannya dinilai bersikap baik dan menunjukkan prestasi dan dedikasi serta berdisiplin tinggi dalam mengikuti Program Pembinaan yang dilaksanakan di LP. Hal ini merupakan amanat UU Nomor 12 Tahun 1995 tantang Pemasyarakatan dan diikuti oleh Keputusan Presiden RI Nomor 174 tahun 1999 tentang Remisi. Pemberian Remisi ini dilakukan dalam Upacara Bendera Memperingati HUT Proklamasi RI yang untuk Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan di LP Kelas II Tuminting Manado hari Rabu, 17 Agustus 2011 pukul 07,00 pagi. Gubernur Sulawesi Utara DR, Sinyo Harry Sarundanjang bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus menyerahkan secara simbolis SK Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: W14-50.PK.01.01.02 Tahun 2011 tentang Pemberian Remisi . Jumlah keseluruhan narapidana yang memperoleh Remisi (pengurangan masa tahanan) di LP Kelas IIa, Kelas IIb, Rutan se Sulut untuk RU1 804 narapidana dan RU2 37 orang.  SK ini diterima oleh dua orang perwakilan narapidana yang menerima remisi dimana salah satu diataranya langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan pengurangan masa tahanannya.

Gubernur Sulawesi Utara yang membacakan Sambutan Menteri Hukum dan HAM RI mengatakan bahwa Para narapidana sebagai warga negara yang sedang menjalani hukuman tentunya juga turut merasakan nuansa Kemerdekaan yang merupakan sumber semangat dan kekuatan bagi seluruh bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi itu sendiri yakni untuk mencapai Indonesia yang bebas dalam menentukan masa depannya sendiri. Hal ini juga tentunya memberi inspirasi kepada para narapidana untuk membebaskan diri dari segala hal yang membelenggu menuju kepada kondisi yang memberikan keleluasaan untuk berdiri pada kaki sendiri secara bertanggungjawab dan dengan kedewasaan diri. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang manusiawi terhadap para pelanggar hukum yang didasari pada penghormatan terhadap hak dan martabat kemanusiaan. Hal ini juga menunjukkan harga diri dan martabat sebagai bangsa yang merdeka . Salah satu hak yang harus diberikan menurut undang-undang adalah hak untuk mendapatkan Remisi (Pengurangan masa menjalani Pidana). Dalam falsafah pemasyarakatan, pemberian Remisi bagi narapidana adalah upaya untuk sesegera mungkin mengintegrasikan narapidana dalam kehidupan masyarakat secara sehat sehingga mereka diharapkan dalam menjalani kehidupan normal dan bertanggungjawab.

Upacara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda), Kepala Kanwil Kementerian Hukumdan HAM Sulut, serta pejabat teras di lingkungan Pemprov Sulut. Pada akhir acara Gubernur melakukan peninjauan hasil karya para narapidana selama menjalani pendidikan ketrampilan di LP Kelas II Manado. (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut)

Gubernur: Kontribusi Pers dalam pembangunan daerah sangat signifikan

Capaian pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara sampai saat ini tidak lepas dari peran Pers. Pers Sulawesi Utara telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengawal segenap keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan di Sulawesi Utara selama ini.  Hal tersebut dikatakan Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Sulut Drs. M.M. Onibala, M.Si ketika menghadiri Buka Puasa Bersama Jajaran Pers Sulawesi Utara yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut di Balai Wartawan Manado, Selasa 16 Agustus 2011. Sebelum acarabuka puasa bersama ini, Asisten Pemerintahan dan Kesra bersama Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut B. Mononutu, SH mengikuti Dialog yang melibatkan para wartawan termasuk wartawan senior anggota PWI Sulut yang antara lain membahasa tentang Perolehan Opini WTP Pemprov Sulut yang telah diraih dua kali bertururt-turut dalam rangka mendorong kabupaten/kota se Sulut untuk meraih opini yang sama di tahun-tahun yang akan datang.

Pada bagian lain Gubernur melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. M. Onibala, M.Si mengatakan bahwa Pers adalah salah satu pilar pembangunan dalam fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Dalam tanggungjawab tersebut Pers berperan untuk pembentukan opini publik terhadap pencitraan baik pribadi maupun lembaga. Oleh karena itu, Pers harus dapat menempatkan diri untuk menjalankan fungsinya secara objektif dan bertanggungjawab serta independen. Pada kesempatan ini Asisten Pemerintahan dan Kesra memberikan apresiasi khusus atas diselenggarakannya Dialog yang digagas oleh PWI Sulut dan akan menyampaikan pokok-pokok pikiraqn hasil dialog ini kepada Gubernur Sulut sebagai masukan untuk mempartahankan opini WTP di tahun yang akan datang serta mendorong kabupaten/kota memperoleh WTP.  (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut).

Krisen : PNS Harus Maknai Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-66, Rabu (17/8) tepat pukul 07.00 pagi, seluruh pejabat eselon IV beserta staf di lingkungan kantor Gubernur Sulawesi Utara mengadakan apel bersama, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris BKD Sulut Flora Krisen, SH, MH. Dalam pengarahannya, Krisen membacakan sambutan Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang, dimana sambutan tersebut mengajak seluruh peserta apel untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah kemerdekaan RI yang merupakan buah perjuangan dan pengorbanan para pejuang kusuma bangsa. Sebagai pewaris kemerdekaan, seluruh PNS diharapkan untuk dapat memahami, merefleksikan, bahkan mengimplementasikan pesan-pesan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bagi pembangunan Indonesia. ‘’Kita diajak untuk merenungkan kembali akan eksistensi, peranan, tugas dan tanggung jawab dalam proses pembangunan, seraya melakukan evaluasi, introspeksi dan retrospeksi terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah dan akan dilakukan,’’ tegas Krisen seebagaimana yang tertuang dalam sambutan Gubernur. Lanjut kandidat doktor ini mengajak seluruh peserta apel untuk terus berupaya mengiringi langkah pembangunan dalam mengisi kemerdekaan dengan satu visi, yakni terwujudnya Sulawesi Utara yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera. Implementasinya yakni terus memantapkan tiga pilar pembangunan yakni Trade, Tourism and Investmen (TTI). Para pejabat eselon IV yang hadir dalam apel tersebut diantaranya Kasub bagian fasilitasi mass media dan dokumentasi Reynaldo Waluyan SSTP, Kasub bagian pembantuan dan dana dekon Boslar Sanger SE, dan Kasub bagian Pengumpulan dan Penyariangan Informasi Vanda Jocom S.Sos, M.Si. Selanjutnya, para pejabat eselon IV ini mengikuti Upacara Penurunan bendera pada sore hari, sebagaimana yang dijadwalkan. (Juru Bicara Pemprov Sulut, C. H. Sumampow, SH, M.Ed)

Rangkaian Acara Peringatan HUT RI ke-66 di Provinsi Sulawesi Utara

Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 di Provinsi Sulawesi Utara ditandai dengan berbagai kegiatan yang dimaksudkan selain untuk memeriahkan hari bersejarah tersebut juga untuk menumbuhkembangkan rasa kebangsaan dan komitmen ke-Indonesiaan seluruh masyarakat Sulawesi Utara dari Miangas sampai Pinogaluman. Rangkaian acara peringatan HUT ke-66 Kemerdekaan RI telah diawali dengan Pencanangan Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan Pencanangan kegiatan HUT Provinsi Sulut ke-47 pada tanggal 5 Agustus 2011. Panitia Pelaksana telah melaksanakan Lomba Gerak Jalan 17, 8 dan 45 km yang diikuti oleh komponen PNS, Organisasi Pemuda TNI/POLRI dan Pelajar di Kota Manado dan sekitarnya.

Berikut ini rangkaian acara yang akan berlangsung sampai pada tangal 17 Agustus 2011.

Hari Selasa, 16 Agustus 2011:

- Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sulawesi Utara dalam rangka Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Menyambut HUT Proklamasi.

- Taptu (Pawai Obor),  Start dari Halaman Mapolda Sulut pukul 18.00

- Apel Kehormatan dan Renungan Suci, tempat Taman Makam Pahlawan Kairagi, pukul 24.00

Hari Rabu, 17 Agustus 2011

- Adhi Bangkit (Tradisi Membangunkan Pejabat di Hari Kemerdekaan dengan Tiupan Terompet) oleh Korsik TNI, tempat Gubernuran Bumi Beringin jam 05.00 pagi

- Upacara dan pemberian Remisi Bagi Narapidana di LP, tempat Lapas Kelas II Manado, jam 07,00

- Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, tempat Halaman Kantor Gubernur Sulut pukul 09.00

- Ramah Tamah dengan Veteran, Perintis Kemerdekaan RI, Tempat Lobby Depan Kantor Gubernur Sulut, pukul 11.30

- Upacara Penurunan Bendera, Halaman kantor Gubernur Sulut, jam 17.00

- Resepsi Kenegaraan, tempat Gubernuran Bumi Beringin, jam 19.00

Para undangan diharapkan hadir paling lambat setengah jam sebelum acara-acara tersebut dimulai. (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH, M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut)

 

 

 

SHS: Sulut titik penting ASEAN Connectivity

Letak strategis Sulawesi Utara harus menjadi fokus perhatian dalam rangka memperkuat ASEAN Connectivity. Master Plan ASEAN Connectivity yang telah disahkan melalui Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN ke 17 di Hanoi, Oktober 2010 mengakui pentingnya pengembangan dan potensi lokal dengan memberikan peluang yang lebih besar bagi daerah-daerah yang memiliki potensi dan letak strategis dalam Peta ASEAN Connectivity untuk menjadi bagian dari Master Plan tersebut. Pemerintah Sulawesi Utara tentunya sangat antusis dan akan mengkodisikan segala potensi wilayahnya untuk menjadi bagian Master Plan ini. Demikian antara lain dikatakan Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang ketika membuka Seminar on Enhancing ASEAN Connectivity to Support ASEAN Community 2015.

Ketika menyampaikan materinya sebagai Keynote Speaker, Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono mengatakan bahwa tujuan Seminar ini adalah untuk mendapatkan masukan dalam rangka membangun kekuatan bersama ASEAN dalam rangka menghadapi Kompetisi Global. Rakyat di negara-negara ASEAN memiliki kepentingan yang relatif sama karena background yang relatif sama. Oleh karena itu, ASEAN Connectivity relatif mudah untuk diimplementasikan. Ada 3 pilar penting yang harus mendapatkan perhatian penting untuk dikembangkan yaitu Physical Connectivity (Pembangunan infrastruktur), Institutional Connectivity (Penguatan Kelembagaan), People to People Connectivity (Hubungan antar masyarakat secara langsung). Sulawesi Utara dipilih untuk melaksanakan seminar ini adalah karena daerah ini berkembang sangat dinamis dalam lima tahun terakhir, antara lain dengan ditetapkannnya Bitung menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, demikian Wakil Menteri Perhubungan.

Seminar keterkaitan ASEAN untuk menunjang perwujudan Masyarakat Bersama ASEAN tahun 2015 (Enhancing ASEAN Connectivity to Support ASEAN Community 2015) yang digelar bersama oleh Kementerian Luar Negeri RI, Perwakilan Tetap ASEAN di Indonesia, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berlangsung sehari penuh dan dihadiri oleh para stakeholders ASEAN, kalangan akademisi, Pemerhati ASEAN dan Jajaran pemerintah Provinsi Sulut, Jajaran Pemkot Bitung dan peserta lainnya. Pembicara yang tampil secara panel terdiri dari Wakil Menteri Perhubungan RI Bambang Susantono,  Dirjen ASEAN Kemenlu Jauhari Oratmangun, Dubes tetap RI untuk ASEAN Gde Ngurah Swajaya, Dubes AS Untuk ASEAN David Carden, Dubes Jepang untuk ASEAN Kabag Humas Ch> Sumapow, SH.M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut).

Gubernur lobby Dubes AS dan Jepang untuk ASEAN

Disela-sela kesibukan pelaksanaan Asean Economic Ministers and Related Meetings, Gubernur Sulawesi Utara terus melakukan lobby-lobby internasional dalam rangka mempromosikan Sulut. Saat menunggu untuk membuka Seminar on Enhancing Asean Connectivity to Support ASEAN Community 2015 di Hotel Sintesa Peninsulla Manado, Kamis 11 Agustus 2011, Gubernur memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN David Carden, Dubes Jepang untuk ASEAN Takio Yamada dan Wakil Dari Uni Eropah Jan Willem Blankert. Nampak hadir juga Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Djauhari Oratmangun, Dubes RI untuk ASEAN Ngurah Swajaya, dan Walikota Bitung Hanny Sondakh.

Dialog itu sendiri tampak lebih informal namun diisi dengan materi percakapan soal potensi Sulawesi Utara yang masih sangat terbuka untuk investor mancanegara. Duta Besar AS untuk ASEAN, Duta Besar Jepang untuk ASEAN dan Wakil Uni Eropah nampak serius mendengarkan penjelasan-penjelasan Gubernur Sulawesi Utara yang antara lain menyampaikan rencana pengembangan Kota Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan persiapan Sulut menjadi “A New Gate of Eastern Indonesia to Asia Pacific”.

Pertemuan-pertemuan seperti ini menjadi kesempatan yang baik bagi Gubernur untuk lebih memperkenalkan Sulawesi Utara ke dunia internasional. Dalam tiga hari penyelenggaraan AEM, setidaknya Gubernur telah melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi atau Duta Besar Negara ASEAN dan Negara Mitra Dialog AEM antara lain Menteri Perdagangan Malaysia, Dubes Brunai Darrusalam untuk Indonesia, Dubes AS untuk ASEAN, Dubes Jepang untuk ASEAN dan Wakil Uni Eropah yang menghadiri AEM. Dalam beberapa hari ke depan, Gubernur juga beberapa Menteri Ekonomi ASEAN dan negara Mitra Dialog akan menemui Gubernur. Hal ini semakin menunjukkan minat mereka yang besar untuk menjajaki hubungan kerjasama langsung dengan Provinsi Sulawesi Utara yang saat ini menjadi magnet baru di kawasan Indonesia Timur. (Kabag Humas Ch. Sumampow, SH, M.Ed selaku Jubir Pemprov Sulut)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.